Harga Bitcoin turun 10% akibat suku bunga The Fed tetap sama.
Kurang dari dua minggu setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 5,25% – 5,5%, harga Bitcoin turun sekitar 10%, dari $70.000 menjadi $63.400.
Tingkat inflasi setelah kebijakan The Fed
Sudah hampir genap satu tahun sejak suku bunga di Amerika bertahan di kisaran 5,25% – 5,5%. Keputusan untuk menaikkan suku bunga secara bertahap dimulai oleh Federal Reserve (The Fed) pada bulan Maret 2022 sebagai respons terhadap tingkat inflasi yang mencemaskan. Inflasi yang tinggi ini disebabkan oleh kombinasi penurunan pasokan minyak mentah dan pemberian bantuan sosial yang besar kepada korban pandemi Covid-19 selama 2020-2021. Inflasi mencapai puncaknya pada 9,1% pada bulan Juni 2022, jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2%.
Proses peningkatan suku bunga mencapai puncaknya pada Juli 2023, dengan tingkat suku bunga tetap stabil di kisaran 5,25% – 5,5% hingga saat ini. Langkah-langkah ini diambil untuk menstabilkan harga dan mendorong kembali inflasi ke tingkat yang lebih terkendali.
Setelah lebih dari dua tahun sejak kenaikan suku bunga dimulai, kebijakan ini terbukti berhasil dalam menangani inflasi. Pada bulan Mei 2024, tingkat inflasi turun menjadi 3,3%, menunjukkan penurunan yang signifikan meskipun masih di atas target inflasi yang ditetapkan. Namun, tren penurunan ini menunjukkan bahwa langkah-langkah kebijakan The Fed mulai memberikan hasil yang diharapkan, dengan inflasi mulai mengarah ke target 2%.

Pasar yang “Over Convidence”
Keberhasilan ini telah membangkitkan kepercayaan di kalangan pelaku pasar bahwa The Fed kemungkinan akan segera memulai siklus penurunan suku bunga. Pernyataan dari The Fed yang mengindikasikan rencana ini akan terjadi dalam tahun 2024 semakin memperkuat keyakinan pasar akan hal tersebut.

David Nicholas melalui akun X nya @DavidANicholas menyampaikan bahwa “Pada awal tahun, The Fed memberikan sinyal akan melakukan penurunan suku bunga sebanyak 6 kali,” yang mengakibatkan pasar bergairah selama Q1 dan Q2 tahun 2024.
“Namun, setelah meeting kemarin, The Fed tampaknya tidak yakin akan langkah tersebut karena data yang belum mendukung. Bahkan, ada indikasi bahwa penurunan suku bunga hanya akan dilakukan 1 atau 2 kali selama 2024, meskipun sebelumnya direncanakan sebanyak 6 kali.” imbuhnya.
Pernyataan The Fed setelah pertemuan pada 12 Juni lalu telah menimbulkan ketidakpastian di pasar. Para investor mengambil langkah-langkah yang lebih aman, yang mengakibatkan penurunan harga Bitcoin. Hal ini juga terlihat dari net-outflow dari ETF Bitcoin, di mana sejak 13 Juni hingga 21 Juni semua ETF Bitcoin mengalami net-otflow dengan total mencapai $960.200.000.
Banyak pihak berspekulasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan bulan September 2024, karena menunda penurunan suku bunga setelah waktu tersebut dapat berdampak buruk. Antisipasi ini telah memicu diskusi di kalangan pelaku pasar mengenai potensi dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan strategi investasi ke depannya.
